Kejora adalah bintang yang menyala-nyala terang, tampak indah, menyebar kharisma ceria, dan bermain dari ujung waktu timur ke ujung waktu barat. Seperti halnya Raffi Ahmad. Saya tergoda menengok makna simbol, seperti gestur, kata, suara dan citra dari aktor yang baru saja merayakan pernikahannya di bulan Oktober 2014 ini.
Membaca perjalanan Raffi Ahmad, terlahir tahun 1987, seperti melihat ribuan kupu-kupu ketika musim semi. Bermain, hinggap dari bunga satu ke bunga lain, manis, dan berterbangan diantara kehangatan musim. Atau, seperti angsa yang berenang di danau, melenggak-lenggok menciptakan gelombang kecil dan membentangkan sayap kebebasan.
Apabila memperhatikan aktivitas simbolnya di televisi, ketika menjadi presenter acara-acara hiburan maka makna paling menonjol adalah kelincahan. Suara Raffi dalam bertutur cukup tinggi, kuat dan mengalir cepat yang bermakna kecerdasan. Lalu, gestur yang jarang sekali mempertontonkan keangkuhan sebagai makna persahabatan.
Pada unsur simbol kata-kata, Raffi tidak atau belum pernah menciptakan polemik atau protes dari kalangan masyarakat. Ia menjaga perkataan walaupun mengalir seperti air terjun Blawan di Bondowoso. Jika pun pernah mendapatkan peringatan KPI (Komisi Penyiaran Indonesia) tentang kata-kata atau gestur berbau kekerasan, Raffi segera memperbaiki.
Berbeda dari beberapa rekan artis di dekatnya, Raffi memilih mengikuti dan mentaati peringatan tersebut. Ia mungkin menyadari bahwa dia pun memiliki tanggung jawab atas setiap simbol yang melekat pada setiap aktivitasnya.
Perjalanan Raffi dalam dunia hiburan dan seni sedang ranum. Pada sela-selanya, percintaan merupakan bagian dari tarian hati. Seperti manusia lain yang masih muda, ia jatuh cinta, bahagia dan tersuruk patah hati. Tidak jarang, nakal menggoda walaupun tidak berlebihan.
Kejora bermain
Saya melihat, mungkin Anda pun juga, Raffi seperti anak-anak yang seluk beluk jiwanya cukup terbuka. Sebab keterbukaan jiwa menjadi keleluasaan untuk bermain, tanpa beban, dan gembira. Keriangan anak-anak, itu ada pada Raffi Ahmad. Namun juga, keriangan anak-anak selalu dekat dengan kemungkinan-kemungkinan ngambek dan cemberut.
Bersinar dan bermain, seperti kejora. Bintang yang setiap pagi sebelum matahari terbit tampak berkerlipan seolah mengajak untuk berlari dan bersenda. Saya menemukan makna Raffi sebagai kejenakaan yang tulus, berasal dari lubuk jiwanya yang memang selalu ingin seperti itu.
Kejora yang bermain, tidak ingin berada dalam bayangan sedih terlalu lama. Bisa jadi itu semestinya, kita pun ingin demikian. Berlama dalam kesedihan tidak pernah memberi kebaikan, apalagi kebahagiaan.
Raffi Ahmad adalah kejora yang selalu ingin bermain. Tidak ingin lelah, tidak ingin kalah.
Sobats, masakan pertama tentang Raffi Ahmad ini akan saya lanjutkan pada artikel berbeda. -Sang Chef- (Novri Susan)